Ahad, 4 Disember 2011

Gangguan EMOSI

Sedikit info mengenai Gangguan EMosi..dimana makanan otak amat diperlukan utk menangani masalah ini..E-gnius ternyata membantu menyelesaikan sedikit sebanyak permasalahan otak yg membelenggu...
RM 48.50 / 90 biji

Seseorang akan disebut mengalami gangguan emosi jika keadaan emosi yang dialami menimbulkan gangguan pada dirinya. Baik kerana emosi yang dialami terlalu kuat (misalnya sangat sedih), tidak ada emosi yang hadir (misalnya tidak merasa bahagia) atau emosinya menimbulkan konflik (misalnya terlalu sering marah). Biasanya, orang yang merasa emosinya terganggu kerana salah satu dari empat alasan,

1. Seseorang mengalami emosi tertentu, seperti tekanan, kecemasan, dan kemarahan yang terlalu sering atau terlalu kuat.
2. Seseorang mengalami emosi tertentu terlalu jarang atau terlalu lemah. Mereka merasa tidak mampu menunjukkan rasa sayang, kepercayaan, marah atau penolakan.
3. Seseorang merasa kesulitan untuk berhubungan dengan orang lain. Misalnya kekasih membuat merasa bersalah, teman-teman mengecewakan, pasangan menimbulkan rasa takut, dan lainnya.
4. Seseorang merasa mengalami beberapa konflik kerana dua atau lebih emosi. Misalnya antara marah dan takut, antara benci dan cinta, dan lainnya.

Pada umumnya gangguan emosional berkisar pada persoalan emosi takut dan kecemasan. Takut sebagai reaksi terhadap situasi yang berbahaya dan cemas sebagai antisipasi dari rasa takut. Berbagai jenis fobia merupakan emosi takut yang berlebih. Misalnya takut akan tempat tinggi (acrophobia), takut pada tempat terbuka (agoraphobia), takut cahaya dan kilat (astraphobia), takut air (hydrophobia), takut makan (sitophobia), takut diracuni (toxophobia), takut pada orang asing (xenophobia), takut kegelapan (nyctophobia), takut kotor (mysophobia), dan takut-takut lainnya. Gangguan kecemasan menrangkumi antara lain gangguan panik (panic disorder), fobia sosial (social phobia), gangguan obsesif-kompulsif, gangguan stress pasca-trauma, dan gangguan kecemasan umum.

Orang fobia mengalami suatu keadaan dimana dirinya tidak boleh memasuki situasi yang menakutkan, yang kemudian memunculkan kecemasan sebagai antisipasi. Jika dipaksa memasuki situasi yang menimbulkan fobia, ia biasanya akan mengalami kecemasan yang sangat kuat. Oleh kerananya, biasanya mereka menghindar dari tempat-tempat itu. Salah satu fobia, yakni fobia sosial memiliki dimensi khusus. Seseorang yang mengalaminya memiliki ketakutan luar biasa pada penilaian dan evaluasi dari orang lain. Ketakutan akan dihina atau disindir sangat berlebihan sehingga membatasi diri bergaul dengan orang lain. Biasanya fobia sosial dialami oleh remaja. Mungkin Anda pernah mendapati seseorang yang tidak boleh berbicara di depan orang pada remajanya, tapi setelah dewasa menjadi pembicara yang mahir. Barangkali dulu pada saat remaja orang itu mengalami fobia sosial yang menghilang seiring kedewasaan.

Terdapat pelbagai gangguan emosional lainnya. Orang yang sangat ekstrem terhadap marahnya biasanya disebut keperibadian antisosial. Lalu orang yang sangat berlebihan merasakan tuntutan bahagia adalah penderita gangguan hipomanik. Dalam tabel berikut ditunjukkan hubungan antara emosi dengan gangguan yang dialami jika emosinya terlalu ekstrem. Adapun jika emosinya sering diulang secara intensif namun belum ekstrim, maka masih hanya disebut sebagai sifat kepribadian.


Jenis emosi Sifat Keperibadian DiagnostikTakut Penakut Tergantung, menghindar
Marah Pemarah, Antisosial
Bahagia Mudah bergaul, Hipomanik
Sedih Pemurung ,Distimik
Penerimaan Terpercaya ,Histrionic
Jijik Kejam, Paranoid
Pengharapan Mengontrol, Obsesif-kompulsif
Terkejut Peragu, Borderline

Tiada ulasan:

Catat Ulasan